Header Ads Widget

Responsive Advertisement

2 Bacaan Doa Bangun Tidur Sesuai Sunnah (Latin dan Artinya)

2 doa bangun tidur sesuai sunnah Nabi dilengkapi bacaan latin, arti dan penjelasannya.

Tidur merupakan kenikmatan yang diberikan Allah Ta'ala. Manfaat tidur bagi seseorang pun sangat beragam, mulai dari menyehatkan badan dan mengurangi stress.

Karena itu lah kita perlu mengikuti sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika bangun yaitu membaca doa bangun tidur yang shahih.

Baca juga: 6 Adab Bangun Tidur Berdasarkan Dalil Shahih

Berdasarkan hadits shahih, doa bangun tidur ada 2 yaitu:

1. Doa Bangun Tidur Pertama

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Bacaan latin: Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushuur.

Artinya: "Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan" (HR. Bukhari No. 6325).

Imam Bukhari rahimahullah memasukkan hadits di atas dalam judul bab “bacaan yang diucapkan di pagi hari”.

Ibnu Batthol menjelaskan dalam kitab Syarh Al-Bukhari bahwa dzikir yang diucapkan ketika pagi hari ini menjadi pembuka amalan dan menunjukkan bahwa dari pagi hari kita sudah memulai dengan berdzikir pada Allah sebagaimana pula saat hendak tidur ditutup pula dengan amalan dzikir pada Allah. Sehingga pembuka catatan amalan kita adalah dzikir, penutupnya pun dzikir. Lalu diharapkan antara pembuka dan penutup tersebut ada pengampunan dosa.

Imam Nawawi rahimahullah sendiri menerangkan bahwa maksud kalimat ‘kami dimatikan’ adalah tidur. Sedangkan ‘kami dibangkitkan’ adalah dihidupkan lagi kelak pada hari kiamat. Intinya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin menerangkan bahwa ketika orang itu bisa bangun setelah tidur, berarti seseorang bisa pula dibangkitkan (pada hari kiamat) setelah dimatikan.

Terlebih lagi, imam Nawawi rahimahullah menerangkan pula dalam kitab Syarh Shahih Muslim bahwa hikmah doa ‘bismika allahumma amuutu wa ahyaa’ dibaca sebelum tidur, yaitu sebagai penutup amalan. Sedangkan di pagi hari diawali pula dengan amalan doa yang berisi kandungan keyakinan tauhid pada Allah dan kalimat tersebut termasuk dalam al kalimuth thoyyib (kalimat yang baik).

Baca juga: Iman Adalah: Pengertian Iman secara Bahasa dan Istilah

2. Doa Ketika Bangun Tidur Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

Bacaan latin: Alhamdullillahilladzi afaaniy fii jasadiy, wa rodda alayya ruhiy, wa adzina lii bi dzikrih.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya" (HR. Tirmidzi No. 3401. Hadits ini hasan menurut Syaikh Albani).

Disebutkan dalam hadits mengenai dikembalikannya ruh berarti kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menikmati kehidupan. Nikmat seperti ini patut disyukuri.

Lantas menyukurinya dengan apa?

Badaruddin Al ‘Aini dalam kitab ‘Umdatul Qari Syarh Shahih Al Bukhari menjelaskan: “Hendaklah seseorang yang telah bangun di pagi hari berusaha menyukuri nikmat tersebut dengan melaksanakan shalat Shubuh. Itulah bentuk syukurnya pada Allah atas nikmat hidup yang Allah beri serta nikmat dikembalikannya ruh padanya.”

Berarti tugas kita terus bersyukur dengan rajin berdzikir dan beribadah.

Baca juga: Hukum Sedekah Subuh dan Anjuran untuk Bersedekah

Referensi:
Artikel ini disadur dari tulisan ustadz Muhammad Abduh Tausikal yang terbit di Rumaysho.com dengan judul: Doa Ketika Bangun Tidur