Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Hukum Sedekah Subuh dan Anjuran untuk Bersedekah

Hukum sedekah subuh dalam islam beserta penjelasan dan dalil dari sunnah.
Bersedekah termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut sedekah sebagai burhan (bukti keimanan seseorang). Karena sedekah merupakan bukti iman seseorang terhadap hari kiamat dan hari perhitungan amal.

Dalam hadist shahih dari Abu Malik al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ

Artinya: "Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, dan sabar adalah sinar" (HR. Muslim No. 556 dan Ahmad No. 22902)

Dalil-dalil tentang sedekah berisi motivasi untuk bersedekah dan bersifat umum.

Artinya tidak terdapat dalil yang menyebutkan waktu khusus untuk bersedekah.

Bagaimana hukum dengan sedekah subuh?

Setelah meneliti, tidak dijumpai satu pun dalil dalam alquran dan hadis yang menyebutkan istilah sedekah subuh.

Terdapat sebuah hadis yang menganjurkan untuk bersegera dalam bersedekah.

Hadisnya menyatakan,

بَاكِرُوا بِالصَّدَقَةِ، فَإِنَّ الْبَلَاءَ لَا يَتَخَطَّى الصَّدَقَةَ

“Segeralah untuk bersedekah sepagi mungkin, karena bencana tidak bisa melangkahi sedekah.”

Hadis di atas secara makna menunjukkan anjuran untuk menyegerakan sedekah. Dapat juga dipahami sebagai anjuran untuk bersedekah sepagi mungkin.

Hanya saja, hadis tentang sedekah subuh di atas statusnya sangat lemah.

Dalil diriwayatkan at-Thabrani dalam kitab Mu’jam al-Ausath dan statusnya dhaif jiddan (lemah sekali). Terdapat seorang perawi yang bernama Sulaiman bin Amr an-Nakha’i dan dia pemalsu hadis (Lihat kitab al-Maudhu’at, 2/153).

Lalu ada hadis shahih yang semakna.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Artinya: "Setiap datang waktu pagi yang dialami para hamba, ada 2 malaikat yang turun, yang satu berdoa: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq.' Sementara yang satunya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang kikir.' (HR. Bukhari No. 1442 dan Muslim No. 2383).

Tapi, hadis shahih di atas tidak menunjukkan anjuran untuk mengkhususkan sedekah di waktu subuh.

Dalil tersebut hanya menyebutkan bahwa ada 2 malaikat yang berdoa di waktu pagi bagi orang yang bersedekah di hari itu.

Sehingga tidak hanya berlaku bagi orang yang sedekah di waktu subuh. Namun, mencakup orang yang bersedekah di siang, sore dan malam hari.

Terlebih lagi, dalam riwayat yang lain menunjukkan bahwa ada 2 malaikat yang berdoa dengan kalimat yang sama saat matahari terbenam.

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَلَا آبَتْ شَمْسٌ قَطُّ إِلَّا بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ الْأَرْضِ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ: اللهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَأَعْطِ مُمْسِكًا مَالًا تَلَفًا

Artinya: "Tidaklah matahari terbenam kecuali diutus 2 malaikat yang mengiringinya. Malaikat itu berdoa, didengar oleh seluruh penduduk bumi kecuali jin dan manusia: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq. Dan berikanlah kehancuran bagi orang yang kikir harta.' (HR. Ahmad No. 21721 dan dihasankan Syaikh Syuaib al-Arnauth).

Kesimpulan

Anjuran untuk bersedekah berlaku umum. Sehingga, kita dapat bersedekah kapan pun dan dimana pun.

Kita tidak perlu menunggu waktu subuh untuk melaksanakan sedekah. Atau merasa bahwa sedekah subuh lebih utama. Sebab, dalil-dalil yang telah diutarakan dalam artikel ini menunjukkan bahwa sedekah perlu disegerakan.

Namun, ada beberapa jenis sedekah yang utama untuk dilakukan, seperti sedekah sirriyyah (secara semunyi-sembunyi) dan sedekah kepada anggota keluarga terdekat.

Allahu  a’lam.
Referensi:
Artikel ini disadur dari tulisan ustadz Amni Nur Baits yang terbit di KonsultasiSyariah.com dengan judul: Dianjurkan Sedekah Subuh?